“INTEGRASI SISTEM DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN”
Guna
memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
OLEH :
SITI
KHASANAH
11150561
Dosen :
SEPTIA LUTFI, S.kom, M.kom
STIE BANK BPD JATENG
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Integrasi Sistem dalam Sistem
Informasi Manajemen”.
Dalam penulisan ini, penulis sangat
banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu
persatu. Untuk itu, dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang
kepada pihak-pihak yang telah membantu keberhasilan tulisan ini.
Harapan penulis semoga makalah ini
membantu menambah pengetauan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis
dapat meperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih
baik.
Makalah ini penulis akui masih
banyak kekurangan karena pengalaman yang penulis miliki sangat kurang, oleh
karena itu penulis harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan
masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Semarang, November 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar........................................................................................
Daftar isi..................................................................................................
Bab I PENDAHULUAN.......................................................................
A. LATAR BELAKAN MASALAH.............................................
B. RUMUSAN MASALAH...........................................................
C. TUJUAN MASALAH................................................................
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................
A.
PENGERTIAN INTEGRASI SISTEM ....................................
B.
KONSEP DASAR
SISTEM INTEGRASI DATA......................................
C.
METODE MEMBANGUN SISTEM INTEGRASI..................
D.
IDE DARI IMPLEMENTASI INTEGRASI SISTEM.............
BAB III PENUTUP...............................................................................
KESIMPULAN.............................................................................
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sistem Informasi
digunakan untuk menjelaskan informasi guna pengelolaan pengambilan keputusan
dan menjalankan aktivitas-aktivitas yang terkait dalam suatu organisasi.
Berbagai pihak organisasi menggunakan teknologi informasi untuk membantu
mempermudah dalam melakukan pekerjaannya.
Perkembangan teknologi
yang pesat mendorong suatu proses bisnis suatu organisasi yang memiliki skala
yang besar. Perusahaan yang berskala besar membutuhkan sistem informasi yang
lebih spesifik. Sistem Informasi yang lebih spesifik dinamakan sistem informasi
terintegrasi atau disebut juga Enterprise Infromation System (SIE). SIE
berpedoman pada sebuah tempat untuk memungkinkan suatu organisasi menerapkan
dan menyusun proses bisnis yang terjadi dalam sebuah organisasi tersebut. Sistem
Informasi ini diperlukan untuk mempermudah integrasi dari banyaknya kebutuhan
data dan informasi sebuah organisasi yang berjumlah besar.
Sistem Informasi
terintegrasi diterapkan untuk menangani munculnya kebutuhan akan suatu alat
untuk menggabungkan berbagai infomasi yang terdapat dibagian-bagian tertentu
dari sebuah organisasi. Sistem informasi dari masing-masing bagian organisasi
akan lebih mudah dikelola jika dipadukan dengan sistem informasi terintegrasi.
Akses terhadap informasi akan lebih cepat dan mudah untuk dilakukan baik dari
pihak pusat maupun pihak cabang organisasi yang berkaitan. Salah satu simbol
pengembangan sistem informasi adalah kemudahan penggunaan aplikasi yang
terintegrasi.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa
yang dimaksud dengan integrasi sistem?
2. Bagaimana
konsep dari sistem integrasi data?
3. Bagaimana
metode yang dapat digunakan untuk membangun sistem integrasi?
4. Apa
ide dari implementasi integrasi sistem?
C. TUJUAN
1. Untuk
mengetahui pengertian dari integrasi sistem.
2. Untuk
mengetahui konsep dari sistem integrasi data.
3. Untuk
mengetahui metode yang dapat digunakan untuk membangun sistem integrasi.
4. Untuk
mengetahui ide dari implementasi sistem.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN INTEGRASI SISTEM
Integrasi dapat didefinisikan sebagai adanya saling keterkaitan antar sub-sistemsehingga
data dari satu sistem secara rutin dapat melintas menuju, atau dapat juga diambil oleh satu atau lebih sistem yang
lainnya. Sedangkan sistem adalah suatu susunan teratur atau konsepsi yang
saling tergantung. Jadi, integrasi sistem yaitu hubungan antara satu sistem
dengan sistem yang lain yang saling berkaitan. Integrasi sistem informasi
manajemen merupakan hubungan antara sistem manajemen perusahaan maupun hubungan
antara sub sistem sistem informasi manajemen.
Tujuan
utama dalam sistem informasi manajemen yaitu memberikan informasi yang
dibutuhkan oleh pemegang kepentingan dalam hal ini manajer maupu manajemen
lainnya. Informasi itu sendiri adalah data yang sudah diolah dengan cara
tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan. Pengintegrasian sistem informasi
merupakan salah satu konsep kunci dari sistem informasi manajemen. Berbagai
sistem informasi dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara
sesuai dengan keperluannya. Tiap organisasi membagi pekerjaanya ke dalam bentuk
fungsi-fungsi organisasi, seperti fungsi pemasaran, produksi, keuangan,
personalia,dan lainnya. Setiap fungsi (unit) tersebut memerlukan data dan
informasi dari unit lain atau dari luar organisasi untuk membantu menyelesaikan
pekerjaannya serta menghasilkan data dan informasi baik untuk disimpan sendiri
maupun untuk didistribusikan ke unit-unit lain dalam organisasinya atau
organisasi lain.
Karena
kerja sama tersebut, maka unit yang bekerja dengan data dan informasi tersebut
dapat dikatakan sebagai memiliki sistem informasi sendiri. Unit-unit lain dalam
organisasi tersebut juga memiliki sistem informasi masing-masing. Organisasi
dapat dilihat sebagai satu sistem informasi, dengan demikian unit-unit kerja
dalam organisasi bersangkutan akan menjadi subsistem-subsistem informasi, dan
di dalam subsistem informasi akan terdapat subsistem informasi, demikian
seterusnya sampai pada pekerjaan informasi dalam unit kerja yang terkecil.
B. KONSEP DARI SISTEM INTEGRASI DATA
Konsep Integrasi sistem
adalah yaitu suatu konsep sistem yang dapat saling berhubungan satu
dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluan. Hal
ini sangat bermanfaat bila suatu data dalam file suatu sistem diperlukan juga
oleh sistem yang lainnya atau output suatu sistem menjadi Input sistem lainnya.
Keuntungan dari
integrasi sistem ini adalah membaiknya suatu arus informasi dalam sebuah
organisasi. Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian
akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat
diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk
mengutamakan sistem informasi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem
informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat.
C. METODE MEMBANGUN SISTEM INTEGRASI
Ada beberapa metode untuk membangun
sistem integrasi diantaranya yaitu :
1.
Vertical Integration, merupakan proses mengintegrasikan sub-sub sistem
berdasarkan fungsionalitas dengan menghubungkan sub-sub sistem yang sudah ada
tersebut supaya bisa berinteraksi dengan sistem terpusat dengan tetap berpijak
pada arsitektur sub sistem yang lama. Metode ini memiliki keuntungan yaitu
dapat dilakukan dengan cepat dan hanya melibatkan beberapa entitas development
yang terkait dalam proses pembuatan sistem lama. Kelemahannya, metode ini tidak
memungkinkan untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi baru atau proses bisnis
baru ke dalam sub-sistem yang sudah ada – karena effort lebih tinggi ada di
proses “mempelajari” arsitektur sistem lama dan menjadikannya acuan untuk
membuat sistem terintegrasi. Untuk menghadirkan ekspansi fungsionalitas atau
proses bisnis baru adalah harus membuat sub-sistem baru.
2.
Star Integration, atau lebih dikenal sebagai
spaghetti integration, adalah proses mengintegrasikan sistem dengan cara
menghubungkan satu sub sistem ke semua sub-sub sistem lainnya. Sebuah fungsi
bisnis yang diimplementasikan dalam sebuah sub sistem akan di-broadcast ke semua
sub-sub sistem lain yang dependen terhadap fungsi bisnis tersebut supaya dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya. Untuk integrasi sistem dengan ruang lingkup
kecil atau menengah dan dengan pemisahan fungsi bisnis yang jelas dan spesifik,
metode integrasi ini layak untuk dipertimbangkan. Namun jika fungsi bisnis
banyak terlibat di beberapa sub sistem secara dependen, pada akhir proses
integrasi sistem akan terlihat sedikit “kekacauan” dalam diagram – proses
interkoneksi antar sub sistem akan tampak seperti spaghetti. Efeknya, biaya
perawatan dan ekspansi sistem di masa yang akan datang akan memerlukan effort
yang sangat berat untuk mempelajari skema integrasi sistem berikut
dependency-nya.
3.
Horizontal
Integration, atau ada yang mengistilahkan dengan Enterprise Service Bus (ESB),
merupakan sebuah metode yang mengintegrasikan sistem dengan cara membuat suatu
layer khusus yang berfungsi sebagai interpreter, dimana semua sub-sub sistem
yang sudah ada akan berkomunikasi ke layer tersebut. Model ini lebih menawarkan
fleksibilitas dan menghemat biaya integrasi, karena yang perlu difokuskan dalam
implementasi proses pengintegrasian hanya layer interpreter tersebut. Untuk
menangani ekspansi proses bisnis juga hanya perlu diimplementasikan di layer
interpreter itu juga, dan sub sistem baru yang akan menangani interface dari
proses bisnis ekstensi tersebut akan berkomunikasi langsung ke layer dan layer
akan menyediakan keperluan-keperluan data/interface untuk sub sistem lain yang
memerlukannya.Metode Enterprise Service Bus (ESB) ini memiliki banyak kelebihan
jika diadopsi dalam merancang arsitektur sistem terintegrasi, yaitu antara lain
:
a.
Lebih cepat dalam melakukan penyesuaian dengan sistem
yang telah ada
b.
Meningkatkan fleksibilitas, mudah untuk diperbaharui
mengikuti perubahan keperluan sistem (system requirements)
c.
Membuat standar sistem sehingga bisa
diaplikasikan di sub sistem mana pun
d.
Porsi pekerjaan software development lebih banyak di
“konfigurasi” daripada “menulis code” untuk integrasi
e.
Dapat diterapkan mulai ruang lingkup kecil hingga di
level enterprise
Namun metode horizontal integration atau Enterprise System Bus (ESB) yang
tampaknya ideal ini bukan berarti tidak ada kelemahan. Beberapa kelemahan yang
cukup signifikan pengaruhnya antara lain :
1. Pembuatan standar sistem dalam
Enterprise Message Model banyak berkutat di aspek analisis dan manajerial,
biaya analisis benar-benar tinggi karena perlu berkolaborasi dengan
analis-analis yang bertanggung jawab terhadap arsitektur dan desain
sistem-sistem yang telah ada.
2. Secara khusus memerlukan perangkat
keras (hardware) yang spesifik, seperti misalnya business-logic-server yang
independen dan tidak integral dengan salah satu atau sebagian dari sub sistem yang
telah ada.
3. Perlu tambahan tenaga (SDM) berupa
Middleware Analyst yang akan mengkonfigurasi, merawat, dan mengoperasikan layer
Enterprise Service Bus.
4. Karena biasanya ESB mempergunakan
XML sebagai bahasa komunikasi antar sistem, tentu akan memerlukan resources dan
komputasi berlebih untuk melakukan parsing-reparsing dalam komunikasi data.
5. Memerlukan effort yang cukup tinggi
dalam mengimplementasikan ESB karena cukup banyak layer/tingkatan aplikasi yang
harus ditangani, tidak hanya aplikasi-aplikasi interface dari sub-sub sistem
saja, melainkan juga layer interpreter yang juga memiliki karakteristik sebagai
aplikasi juga.
D. IDE DARI IMPLEMENTASI INTEGRASI
SISTEM.
Banyak integrasi yang
dapat diaplikasikan dikehidupan kita sehari-hari untuk mempermudah kegiatan
kita. Saya mempunyai ide tentang integrasi yaitu integrasi sistem perpustakaan
kampus. Apabila ada sistem integrasi antara pihak pengelola perustakaan dengan
mahasiswa maka akan mempermudah mahasiswa untuk mencari buku yang tersedia di
perpustakaan, karena saya sendiri kadang jika ingin meminjam buku harus lama
mencari kadang juga tempat yang tidak beraturan atau bahkan pihak perpustakaan
juga kurang mengetahui ketersediaan buku. Maka, dengan integrasi sistem pihak
mahasiswa bisa melihat ke anjungan yang dapat dibuka oleh setiap mahasiswa
sehingga dapat mudah untuk menemukan buku yang diinginkan karena didalam
anjungan tersebut ada daftar buku yang tersedia dan juga letak bukunya,
anjungan tersebut dibuat agar dapat mudah diakses di smartphone karena setiap
mahasiswa juga pasti mempunyai smartphone. Jadi pihak pengelola perpustakaan
agar menata buku sesuai yang diinputkan dianjungan. Dengan demikian mahasiswa
yang ingin meminjam buku akan terlebih dahulu mengetahui ketersediaan buku dan
yang ingin meminjam dapat melalui anjungan dan mengambil bukunya diperpustakaan
sesuai prosedur. Bagi mahasiswa yang ingin masuk ke anjungan juga dianjurkan
untuk log-in terlebih dahulu sesuai identitas masing-masing. Contoh ide
implementasi integrasi sistem perpustakaan ini hampir sama dengan anjungan
mahasiswa yang mana anjungan tersebut terhubung antara pihak mahasiswa dan
pihak akademik kampus sehingga mahasiswa dapat mengetahui tagihan biaya setiap
semesternya, nilai yang telah diperoleh serta jadwal kuliah ataupun jadwal ujian
sudah tertera didalamnya dan lain sebagainya yang berkaitan dengan akademik.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Integrasi dapat didefinisikan sebagai adanya saling keterkaitan antar sub-sistemsehingga
data dari satu sistem secara rutin dapat melintas menuju, atau dapat juga diambil oleh satu atau lebih sistem yang
lainnya. Ide dari implementasi integrasi sistem adalah integrasi sistem di
perpustkaan kampus. Sehingga akan memudahkan mahasiswa untuk mengetahui
ketersediaan dan letak buku yang dicari.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar